Kamis, 09 November 2017

ANAK BERBAKAT : IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN



Related image
A.    Pengertian Anak Berbakat
Menurut Joseph Renzulli (1978), anak berbakat merupakan satu interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata- rata, komitmen yang tinggi terhadap tugas dan kreativitas yang tinggi.
Menurut Swssing (1985) Anak berbakat ialah anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan dalam setiap tindakan yang bernilai. Anak-anak yang mampu mewujudkan ketiga sifat itu masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang luas dan pelayanan yang berbeda dengan program-program pengajaran yang reguler.
Menurut Marland (1972) Anak berbakat adalah mereka yang diidentifikasi oleh ahli yang profesional sebagai memiliki kemampuan yang menonjol untuk berkinerja tinggi. Anak-anak ini memerlukan program pendidikan dan atau pelayanan yang dibedakan, melebihi yang biasa disediakan oleh program sekolah reguler, agar dapat merealisasikan kontribusinya terhadap dirinya sendiri maupun masyarakat.
Jadi dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, Anak berbakat adalah anak yang memiliki kecakapan dalam berinteraksi di antara tiga sifat dasar manusia dimana mereka telah diidentifikasi oleh ahli sebagai memiliki kemampuan menonjol untuk berkinerja tinggi.
B.     Ciri-ciri Anak Berbakat
Menurut Matinson (1974) ciri-ciri anak berbakat yaitu :
1.    Mempunyai pengamatan yang tajam. Sesuatu yang biasa saja di mata orang orang menjadi hal yang sangat menarik dan harus dianalisis oleh anak berbakat.
2.    Dapat berkonsentrasi untuk waktu yang panjang pada tugas dan minatnya.
3.    Berpikir kritis, bahkan terhadap diri sendiri. Anak berbakat lebih banyak bertanya terhadap apa yang ada di lingkungannya dan terhadap dirinya sendiri. Jika memiliki masalah, anak berbakat tidak hanya menanyakan kenapa dirinya bisa seperti ini tapi juga menganalisa ke belakang dan dampaknya ke depan.
4.    Senang mencoba hal-hal baru. Anak berbakat cenderung penantang dalam mencari pengalaman. Keinginan anak berbakat atas segala hal yang menarik baginya diikuti oleh keinginan yang kuat dan kefokusan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.
5.    Mempunyai daya abstraksi, konseptualisasi, dan sintesis yang tinggi.
6.    Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah.
7.    Cepat menangkap hubungan-hubungan sebab akibat.
8.    Berperilaku terarah pada tujuan. Anak berbakat memiliki tingkat kefokusan tinggi pada tujuan akhirnya.
9.    Mempunya daya imajinasi yang kuat.
10.                        Memiliki banyak kegemaran. Mempunyai daya tarik pada banyak hal dan tetap fokus pada banyak hal tersebut.
11.                        Mempunyai daya ingat yang kuat.
12.                        Tidak cepat puas dnegan prestasinya.
13.                        Peka (sensitif) dan menggunakan intuisi (firasat).
14.                        Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan.

C.     Implementasi dalam Pembelajaran
Perlu dipahami adalah bahwa anak berbakat umumnya tidak hanya belajar lebih cepat, tetapi juga sering menggunakan cara yang berbeda dari teman-teman seusianya. Hal ini tidak jarang membuat guru di sekolah mengalami kewalahan, bahkan sering merasa terganggu dengan anak-anak seperti itu. Di samping itu anak berbakat istimewa biasanya memiliki kemampuan menerima informasi dalam jumlah yang besar sekaligus. Jika ia hanya mendapat sedikit informasi maka ia akan cepat menjadi “kehausan” akan informasi.
Implikasi bagi guru anak berbakat menurut Barbie dan Renzulli (1975) adalah sebagai berikut:

1.      Guru perlu memahami diri sendiri, karena anak yang belajar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan guru, tetapi juga bagaimana guru melakukannya.
2.      Guru perlu memiliki pengertian tentang keterbakatan
3.      Guru hendaknya mengusahakan suatu lingkungan belajar sesuai dengan perkembangan yang unggul dari kemampuan-kemampuan anak
4.      Guru memberikan tantangan daripada tekanan
5.      Guru tidak hanya memperhatikan produk atau hasil belajar siswa, tetapi lebih-lebih proses belajar.
6.      Guru lebih baik memberikan umpan balik daripada penilaian harus menyediakan beberapa alternatif strategi belajar
7.      Guru hendaknya dapat menciptakan suasana di dalam kelas yang menunjang rasa harga diri anak serta dimana anak merasa aman dan berani mengambil resiko dalam menentukan pendapat dan keputusan.

Sources :
https://mellyhandayanicyrus.wordpress.com/2015/05/16/implementasi-teori-barbe-dan-renzulli-dalam-pembelajaran/
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195106011979031-DIDI_TARSIDI/Makalah%26Artikel_Tarsidi_PLB/GIFTED.pdf

https://fatinahmunir.blogspot.co.id/2012/08/ciri-ciri-anak-berbakat-menurut.html

Senin, 09 Oktober 2017

PENGERTIAN KREATIFITAS 4P

Pengertian Kreatifitas 4P (Produk, Proses, Pendorong, Pribadi) & Operasional Kreatifitas

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Kreativitas manusia melahirkan pencipta besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya spektakulernya.
Kreativitas dahulu dianggap sebagai ”anugrah yang ajaib”, yang hanya dimiliki oleh segelintir orang.  Sekarang kita tahu bahwa kecerdasan merupakan anugrah ajaib yang dimiliki semua orang.  Menguraikan kekuatan kecerdasan kreatif hanyalah masalah memahami bagaimana melakukannya
Kreativitas bisa dimiliki semua orang dengan membangun potensi kreatif dalam dirinya .

Definisi Kreativitas 4 P (Product, Process, Press, Person)
1. Person (Pribadi)
Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.
Faktor pribadi yang kreatif menurut Roger (dalam Afifa, 2007) :
· Keterbukaan kepada pengalaman,
· Kemampuan untuk memberikan penilaian secara internal sesuai dengan lokus pribadinya.
· Kemampuan untuk secara spontan bereksplorasi bermain dengan elemen-elemen dan konsep-konsep.
2. Process (Proses)
Ditinjau sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyaipaikan hasil-hasilnya.
3. Press (Pendorong)
Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.
4. Product (Produk)
Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna.
(Munandar, 2002)
Mengenali bakat, ciri pribadi, mendorong dengan motivasi, menyediakan waktu dan sarana prasarana, serta mempertunjukkan hasil karya guna menggugah minat untuk berkreasi akan membuat individu terpacu untuk kreatif
(Munandar dalam Afifa, 2007)
menyatakan bahwa suatu karya cipta pada hakikatnya tidaklah baru sama sekali tetapi merupakan pengembangan atau kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsurunsur yang sudah ada sebelumnya.
(Stein dalam Basuki, 2010)
menyatakan bahwa suatu produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu.

Ciri – ciri dari kreativitas itu sendiri sebagai berikut :
1. Dorongan ingin tahu besar.
2. Sering mengajukan pertanyaan yang baik.
3. Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah.
4. Bebas dalam menyatakan pendapat.
5. Mempunyai rasa keindahan.
6. Menonjol dalam salah satu bidang seni.
7. Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain.
8. Memiliki rasa humor tinggi.
9. Daya imajinasi kuat.
10. Keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan, gagasan, karangan, pemecahan masalah).
11. Dapat bekerja sendiri.
12. Kemampuan elaborasi (mengembangkan atau memerinci) suatu gagasan.
13. Selain  itu ciri-ciri kreativitas dapat dilihat dari seseorang yang memiliki rasa ingin tahu (sense of curiosity),kebutuhan untuk berprestasi (need of achievement), dapat beradaptasi (adaptable) dan memiliki kemampuan menempuh resiko.
Definisi Operasional Kreatifitas
* Kreativitas merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinrci suatu gagasan (Munandar dalam Basuki, 2010)


Source : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/pengertian-kreatifitas-4p-produk-proses-pendorong-pribadi-operasional-kreatifitas/