Sabtu, 10 November 2018

TUGAS 2 : SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

A. Sistem
Menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Selain itu, menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Sedangkan menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pengertian beberapa tokoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang saling berhubungan untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan tertentu.

B. Elemen Sistem
     Menurut Anggraeni & Irvani (2017) elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat di identifikasikan. jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri dari subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada tingkatan yang paling rendah yang dapat di kategorikan sebagai individu.

Elemen-elemen sistem terdiri dari:
Energi : Memiliki atribut yaitu jumlah dan ongkos energi.
Tenaga kerja : Memiliki atribut, yaitu jumlah tenaga kerja dan upah.
Mesin dan Peralatan : Memiliki atribut, yaitu jenis, jumlah dan kapasitas.
Bahan baku : Memiliki atribut, yaitu harga barang baku, jumlah bahan baku dan ongkos.
Bahan Produk : Memiliki atribut jumlah permintaan, jumlah produk dan harga jual.


C. Karakteristik Sistem
     Menurut Anggraeni & Irvani (2017) sistem mempunyai beberapa karaktersitik atau sifat tertentu, antara lain:

Komponen Sistem (Component): Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang salin berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem.
Batasan Sistem (Boundary): Merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lain dengan lingkungan kerja nya.
Subsistem (Sub System): Bagian-bagian dari sistem yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasaran nya masing-masing.
Lingkungan Luar sistem (Environment): Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem.
Penghubung Sistem (Interface): Media penghubung antara suatu sub sistem dengan sub sistem lain. Adanya penghubung ini memungkinkan berbagai sumber daya mengalir dari suatu sub sistem ke sub sistem lain nya.
Masukan Sistem (Input): Energi yang masuk ke dalam sistem, berupa perawatan dan sinyal. Masukan perawatan adalah enerdi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat berinteraksi.
Keluaran Sistem (Output): Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
Pengolahan Sistem (Process): Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
Sasaran Sistem (Object): Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

D. Kriteria Sistem
     Menurut Anggraeni & Irvani (2017) ada beberapa kriteria sistem, diantaranya adalah sebagai berikut:

Sistem Deterministik: Sistem yang beroprasi melalui cara yang dapat diramalkan secara tepat. Misalnya program komputer yang melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.
Sistem Probabilistik: Sistem yang dapat diuraikan dalam perilaku yang mungkin, tetapi selalu ada sedikit kesalahan ramalan terhadap jalan nya sistem.
Sistem Tertutup: Sistem yang mandiri (Self Contained), sistem ini tidak bertukar materi, infomasi atau energi dengan lingkungan nya.
Sistem Relatif Tertutup: Sistem yang relatif tersosialisasi dari lingkungan nya tetapi tidak sama sekali tertutup dalam arti fisik, hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, dengan mengelola dan memberi keluaran, yang juga telah ditentukan sebelumnya serta memiliki masukan dan keluaran yang terkendali.
Sistem Terbuka: Sistem yang mengadakan pertukaran informasi, materi atau energi dengan lingkungan nya. Sistem ini cenderung memiliki adaptasi, yaitu dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan dalam lingkungan nya, sehingga dapat meneruskan eksistensi nya. Sistem ini juga mengorganisasikan diri dan mengubah organisasinya sebagai tanggapan atas perubahan keadaan.

E. E-Therapy
      Setelah tahun-tahun berlalu dan dunia telah berkembang, profesi psikologi pun juga telah berevolusi. Profesi psikolog dan psikoterapis kini tidak lagi di batasi oleh batas-batas geografis. Setelah melalui riset dan mengikuti arus perkembangan zaman, dalam beberapa tahun terakhir kita telah mengalami pembaharuan yang dinamakan E-Therapy. Tidak ada definisi yang tepat tentang e-therapy, melainkan mencakup kontak atau komunikasi elektronik apapun antara terapis dan klien misalkan melalui e-mail atau konversi video. 
Keuntungan utama dari proses ini adalah, klien yang hingga kini ragu-ragu untuk mencari layanan psikolog, klien yang pemalu atau sulit mencari bantuan profesional secara terbuka dapat menemukan konsultasi online sebagai awal yang baik. Aspek penting lainnya adalah manfaat terapi email untuk klien yang tidak dapat mengakses terapi tatap muka karena alasan geografis, karena alasan kecacatan, atau karena keadaan hidup yang berada dalam hubungan yang kejam di mana mencari pertolongan di luar rumah akan sulit, e-therapy adalah penyedia layanan dengan fleksibilitas yang tinggi menjadikan nya keuntungan terkuat. Studi awal yang melakukan riset tentang videoconferencing untuk terapi sebagian besar terjadi di Amerika Serikat, Australia dan Skotlandia dan telah menguji berbagai model dan metode terapeutik, termasuk psikoanalisis terapi kognitif-perilaku, terapi keluarga dan video-hypnosis. Selain itu, berbagai kelompok klien telah terlibat, termasuk anak-anak dan keluarga, orang dewasa dan lansia. Sampai saat ini, masih ada investigasi apakah kelompok klien tertentu mendapat manfaat lebih banyak atau lebih sedikit dari terapi berbasis video conferencing. Namun, sejauh ini, telah ditemukan memiliki manfaat untuk klien dengan berbagai masalah, termasuk bulimia nervosa, obesitas dan skizofrenia.

Setiap layanan berbasis web harus fokus pada pentingnya batas privasi, kerahasiaan dan keamanan. Terapis harus mengadakan setidaknya pertemuan tatap muka pertama dengan klien untuk mengidentifikasi dan menentukan apakah dapat menggunakan e-terapi dengan klien pada kasus nya.